Kacamata Retak






Semenjak retakan menghias sudut pengelihatan
Adalah kebutuhan lebih jelas melihat
Sebuah keterharusan mampu berjalan tegap

Tau kah kamu, aku buta?
Aku mampu melihat cahaya, nyata?
Kabut, abu-abu melubangi, mencabik retinaku
Hariku cacat!
Bisakah aku melihat warna?
Tidak!

Mendidih otakku menantimu
Melihat lagi, tersenyum kembali.
Butuh!
Lihatlah aku, rasuki setiap jengkal pandanganku
Retakpun
Aku tetap memakaimu.

Comments

Popular posts from this blog

Wirosari Gumregah (Wirosari Bangkit)

Bledug Kuwu Si Mud Volcano dan Cerita Si Dragon Baru Klinting

THE TWIN'S DREAM (Part 16): Keberhasilan