Bledug Kuwu Si Mud Volcano dan Cerita Si Dragon Baru Klinting

         



             Berbicara tentang Bledug Kuwu tidak asing bagi warga Kabupaten Grobogan, khususnya Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan. Sudah menjadi tren jika tempat ini menjadi tempat yang paling hits untuk dikunjungi di Kabupaten Grobogan. Bukan sesuatu yang asing karena ini tempat wisata yang sedikit aneh.
          Aneh? Apa yang aneh? Pasti banyak bertanya dimana letak keanehannya. Berbicara mitos, merupakan cerita yang sangat sulit untuk dinalar logika manusia. Menurut cerita Bledug Kuwu merupakan tempat keluarnya naga.
         Naga? Naga merupakan mahkluk mitologi China yang masih diragukan keberadaannya. Mengapa naga bisa sampai ke tanah Jawa?. Kembali lagi itu merupakan mitos yang kepastiannya tidak pernah mungkin terjadi.
         Menurut cerita yang berkembang, di sekitar Bledug Kuwu terdapat kerajaan yang dimana rajanya memiliki anak yang berwujud naga raksasa yang pasti semua ketakutan melihatnya. Pada suatu hari sang anak dititahkan pergi ke pantai selatan Jawa, bukan untuk menemui Nyi Roro Kidul, namun akan menemui Prabu Dewata Cengkar seorang patih yang berwujud siluman buaya putih.
          Setelah melakukan tugasnya, Sang Raja menitahkan anaknya untuk kembali ke kerajaan dengan jalan melewati bawah tanah. Karena kepatuhan dengan sang ayah naga yang bernama Baru Klinting mematuhi perintahnya.
           Dari pantai selatan, ia menyusuri bawah tanah dan ia tidak tau letak persis kerajaanya. Ia pun muncul untuk memastikan pertama kali di Desa Kuwu yang katanya letaknya 5 km dari kerajaanya. Lebih tepatnya di desa Banjarejo.
           Dari situ munculah lubang yang menyebulkan lumpur yang katanya terasa asin akibat keringat sang naga. Asin? Ya asin, karena berhubungan langsung dengan laut pantai selatan. Agak aneh memang, tapi saya pernah iseng menjilat lumpur Bledug Kuwu (jangan ditiru).
          Berfikir tentang mitos memang tak ada habisnya. Tidak mungkin ada seekor naga yang berhasil membuat lubang yang memuntahkan lumpur yang terus meletup sampai sekarang. Namun, jika dipikir secara logika, itu hanyalah sebuah mud volcano atau gunung api lumpur.
         Memang telah diteliti Bledug Kuwu merupakan gunung api lumpur yang telah berumur ratusan tahun. Lumpur tersebut muncul di permukan bumi karena gesekan lempeng bumi yang terjadi tumbukan yang tercampur air dan tanah dan terciplah letupan yang fluktuatif yang ketinggiannya beragam.
       Kemudian dari mana rasa asin itu apakah benar dari laut selatan, sedangkan Kuwu berda jauh ratusan kilometer dari laut. Kembali lagi telah diteliti di bawah Bledug Kuwu terdapat lorong langsung yang berhubungan langsung ke laut dan keluar bersama lumpur. Bahkan airnya telah menjadi ladang rejeki masyarakat Kuwu untuk menjadikan airnya menjadi garam.
        Itulah Bledug Kuwu sebuah letupan lumpur yang terkenal sebagai tempat wisata di Kabupaten Grobogan. Terlepas asal muasalnya. Betapa indah ciptaanNya. Kita tinggal menikmati yang mensyukurinya. Mari mampirlah ke Bledug Kuwu yang letaknya 26 km dari kota Purwodadi. Barangkali juga bisa bertemu dengan Baru Klinting.




Comments

Popular posts from this blog

Wirosari Gumregah (Wirosari Bangkit)

THE TWIN'S DREAM (Part 16): Keberhasilan