THE TWIN'S DREAM (Part 3) : Alvin, Tersenyumlah
3. Alvin, Tersenyumlah (Terkadang saat sedih merupakan suatu yang mustahil untuk tersenyum, tetapi cobalah tersenyum, sedih akan luntur dengan sendirinya) Setelah memberi makan babi pagi itu, Alvin segera bersiap untuk sekolah. Dengan terburu-buru ia segera ke rumah kami untuk berangkat sekolah bersama. Rumahnya lebih jauh dari rumah kami, letaknya setelah lapangan dan belokan desa. Ia mengajak kami cepat-cepat untuk segera berangkat sekolah karena kami hampir terlambat. Kemarin, Alvin berjanji akan berangkat bersama. Alvin sempat meminta maaf, karena ia tahu bahwa kami menunggu cukup lama. Kami setengah berlari pagi itu, tak sempat aku menikmati perjalanan pagi itu. Mentari kala itu juga sudah cukup tinggi. Biasanya saat berangkat ke sekolah, kami selalu ditemani kabut tipis dan mentari masih malu bersembunyi. Bagiku tak apa, yang penting adalah pagi itu kami tak terlambat sekolah.