Bapak Kapan Balik ke Manggarai?

       




    Sudah hampir lebih dari 3 tahun aku meninggalkan tanah Flores nan damai. Tanah yang mengajariku berbagai beratnya hidup, tanah yang mengajari aku lebih kuat. Apakah aku rindu?. Aku rindu alamnya, aku rindu suasananya, terlebih lagi orang-orangnya. Tiap aku berselancar lewat media sosial selalu ada saja yang bertanya, "Kapan balik Manggarai Pak?". Terucap dari mereka yang sekarang semakin dewasa. Teringat kala itu mereka menangis melepas kepergianku dengan penuh air mata.
            Kala itu aku berjanji, tepatnya cenderung tak mau meninggalkan tanah yang menjadi tempat menambah ilmu hidup yang luar biasa. Bertemu dengan ratusan manusia yang mampu menerima segala perbedaan. "Ah, ini pagi terakhirku, apakah aku bisa "bermain" lagi di sini?". Tukas ku sebelum aku terbang meninggalkan.
               Sekarang mereka tambah dewasa. Tubuh jangkung dan banyak pula yang berjenggot. Teringat mereka dengan wajah polos dan eksotis dan bersifat kekanakan. Dan teringat pula sapaan-sapaan hangat mereka dan cerita mereka yang kebanyakan masih menggunakan bahasa mereka. 
                 Sekarang mereka sering sekali bertanya. "Kapan balik Manggarai?". Sebuah pertanyaan yang sulit. Ingin rasanya menyambangi pulau itu kembali. Bertemu mereka dan bercanda dengan mereka. Dalam hati selalu terpatri, "Jika sukses nanti aku akan bertemu kalian". Aku rindu kalian.

Comments

Popular posts from this blog

Wirosari Gumregah (Wirosari Bangkit)

Bledug Kuwu Si Mud Volcano dan Cerita Si Dragon Baru Klinting

THE TWIN'S DREAM (Part 16): Keberhasilan