THE TWIN'S DREAM (Part 7): Jangan Bersedih
7. Jangan Bersedih (Ketika kau menitihkan air mata, percayalah pasti ada tangan yang menghapusnya) Setelah kelulusan, Kak Astri bingung saat harus memilih harus bersekolah di mana. Teman sejawatnya ada yang melanjutkan sekolah di sini, ada pula yang yang rela terbang ke Jawa hanya dengan masuk ke sekolah SMK favorit. Seperti kebingunganku kala itu. Siang itu kami berdua diberi satu HP oleh Papa. Kata Papa HP ini untuk kami komunikasi. Aku juga bertanya-tanya untuk komunikasi dengan siapa?, sedangkan teman-temanku hanya sedikit sekali yang mempunyai HP, sekali pun punya pasti milik orang tuanya.